News update:

Suara Mamasa

mamasa, suara mamasa, berita mamasa, budaya mamasa, korupsi mamasa, pemerintahan mamasa, pilkada mamasa, pendidikan mamasa, mamasa cyber news, kabupaten mamasa, wisata mamasa, bupati mamasa, dprd mamasa, rumah mamasa, upacara mamasa, pasar mamasa

Popular Posts

Polewali Mandar

Nasional

Rumah Adat Tokayan

Rumah Adat Tokayan adalah Rumah Adat Mamuju

Tedong Bonga

Tana Toraja tak cuma terkenal dengan budaya nya, daya tarik lain yakni adanya rumah dari kerbau termahal di dunia.

Rumah Adat Mamuju

Rumah raja mamuju dibangun tanpa menggunakan paku, tetapi menggunakan pasak untuk menyatukan balok-balok kayu

Baju Adat Toraja

Pakaian adat Toraja yang telah dimodifikasi dan dikenakan oleh duta Indonesia dalam ajang Manhunt International 2011

Wisata Kali Mamuju

Kawasan objek wisata permandian alam Kali Mamuju, Sulawesi Barat mulau dipadati pengunjung saat libur panjang

Tampilkan postingan dengan label Natal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Natal. Tampilkan semua postingan

Teruskan Saja "Natal" Kita Kawan!

Rabu, 14 Desember 2011

Teruskan, teruskan saja Saudaraku!
Buat acara Natal yang megah, yang meriah!
Undang Santa Claus, beli patung Yesus, bikin dekorasi yang banyak!
Beli pohon Natal, bola-bola Natal, lampu kelap kelip

Di setiap acara Natalmu, sediakan konsumsi,
bukan sembarang makanan, tapi yang bergengsi
Jika perlu sediakan Miras yang memabukkan
Jangan tahan kucuran danamu, karena Natal hanya setahun sekali
Jadikan ini perayaan yang membanggakan, Tuhan suka yang terbaik dari manusia!

Undang artis, grup band yang keren,
pasang namanya besar-besar di poster
Undang pendeta yang ngetop,
Jadikan ini perayaan yang membanggakan, Tuhan suka yang terbaik dari manusia!



Undang jemaat gereja lain,
persekutuan mahasiswa lain,
lembaga pelayanan mahasiswa yang lain
orang-orang Kristen yang lain!

Semakin banyak yang datang ke acara Natal kita,
kita semakin berhasil!
Semakin banyak yang merasa puas dengan acara yang kita buat,
kita semakin bahagia!

Ya, teruskan, teruskan saja Saudaraku!

Karena setengah hidupku telah kulewati Natal dengan tema-tema
"Makna Natal"
Semua orang Kristen merasa telah kehilangan makna Natal,
dan selalu membahas seputar tema yang sama

Namun meski bicara tentang makna Natal...
dengan semua perayaan, kebaktian, dan pesta itu,
sesungguhnya mereka semua telah kehilangan maknanya
Terus saja bicara, sementara tindakan mereka tak mencerminkan kesederhanaan, kerelaan Tuannya!

Ayo kita bikin acara Natal yang keren,
dengan segala macam musik dan hiasan,
dengan kesibukan panitia dan persiapan pembicara,
dengan konsumsi dan gaji, kenang-kenangan dan souvenir

Teruskan saja,
bukankah perayaan ini untuk memuaskan manusia?
Membuat manusia berdecak kagum dan "menyadari makna Natal yang sesungguhnya"?

Teruskan saja saudaraku, 
Jangan pernah pikirkan kenapa Yesus memilih lahir di tempat sunyi dan mendadak
dengan puji-pujian malaikat yang hanya disaksikan segelintir gembala
Peduli apa kenapa Tuhan mengundang gembala hina dan hewan ternak menyaksikan karya-Nya

Teruskan Saudaraku., untuk apa memikirkan pengorbanan Yesus
Di kandang, Ia lapar, kotor oleh debu,
Di taman Getsemani, Ia berdoa berkeringat darah,
di salib, Ia mempedulikan para pembunuh-Nya,
Tuhan Yesus merayakan setiap Natal-Nya dengan kita orang-orang berdosa di hati-Nya
Mereka yang miskin, teraniaya, cacat, sengsara, berbeban berat…

Yesus yang lebih menghargai kerelaan daripada kebanggaan manusia
Menjalani makna kelahiran dan kehidupan-Nya dengan tindakan nyata bukan omong kosong
Hidup dan mati untuk orang-orang berdosa
Yang lahir juga untuk orang-orang hina

Bukan makan minum pesta dan duduk dengar khotbah bermuka ceria bersama orang-orang Kristen pemegang 30% kekayaan dunia!

Tradisi oh tradisi,
mengapa kita melanggar perintah Allah demi adat istiadat nenek moyang kita? (Matius 15:3)


Makna hidup Yesus bukanlah hanya untuk kita bicarakan, namun kita hidupi!

MAMASA — (MAMASA CYBER NEWS) 2011

Undangan Natal 2011


MAMASA — (MAMASA CYBER NEWS) Tempo hari seorang malaikat memberiku undangan. "Perayaan Natal 2011 Tahunan", kartunya bertulis. Terukir besar-besar di tengah kartu tersebut ialah nama Sang Pengundang dengan tinta emas,"Yesus Kristus," katanya. Tepat di bawah tulisan tersebut, "Raja Segala Raja" terukir dengan tinta perak. Namun sebelum aku berkata "wow", sang malaikat telah menghilang.

Segera waktu yang ditetapkan tiba, hingga kusiapkan setelan terbaikku. Pakaian terkeren, celana terlicin, parfum terharum, rambut terklimis, sepatu paling mengkilap. Kutatap kartu undangan itu dan berdecak,"Raja Segala Raja…"

Tujuanku satu yang pasti: gedung gereja. Tuhan pasti mengundangku ke sana. Tempat orang-orang beragama berkumpul, memuji dan menyembah Tuhan. Ya, di antara wajah penuh senyum, hiasan Natal, pakaian bagus, wangi parfum, pohon cemara, lilin, dan bangku gereja… di antara lagu-lagu menyentuh, romantika drama Natal, khotbah syahdu dan sentimental…

Tapi tunggu… Di mana Dia?
Perayaan pun selesai, dengan kotak makanan tertumpuk di tong sampah, lilin bekas, dan gereja kembali sepi. Orang-orang keluar dengan wajah penuh tawa, gembira seperti tanpa beban. Namun dari kerumunan ribut itu, aku celingukan mencari Yesus. Di mana Dia?

Ah, sudah kuduga. Aku salah tempat. Dia pasti ada di hotel berbintang atau restoran mewah.

Rupanya gereja berpindah ke hotel berbintang dan restoran mewah. Pasti mereka telah mengantisipasi kegemaran Tuhan. Perayaan setahun sekali, bukankah harus sepenuh hati? Tak salah lagi, Tuhan pasti mengundangku ke sini, untuk menunjukkan kekayaan dan kemuliaan-Nya. Dan di antara kursi-kursi berselimut, meja-meja bundar, suara merdu paduan suara, perhiasan mengkilap, pendeta yang bersemangat, pria-pria berjas, wanita berpenampilan bersih…

Tunggu, di mana Dia?

Kembali ke rumah, kulepas segala atribut keren dan rapi yang kukenakan. Kukenakan pakaian rumahan yang bau keringat dan celana bau kencing. Kunyalakan kipas anginku dan mengeluh,

"Sebenarnya kau malaikat atau penipu sih?"

Kusambar kartu undangan itu dari saku kemejaku, meletakkannya di depan mata sambil melemparkan tubuh ke ranjang.

Kubaca kembali baik-baik undangan itu, di sana, beberapa jarak di bawah tulisan "Raja Segala Raja", tertulis dengan tinta merah lokasi pesta yang sesungguhnya.

TEMPAT : Angkringan, emperan toko, trotoar, kolong jembatan, penjara, lokalisasi, medan perang, daerah gempa, rumah duka, penampungan tuna grahita, panti wredha, wisma cacat ganda, panti asuhan, inkubator, gang tempat transaksi kejahatan, diskotek, panti rehabilitasi, kamar pemuda yang ingin bunuh diri, tempat ratapan dan air mata, rumah keputusasaan dan ketidakberdayaan, meja makan orang-orang yang terluka dan hancur hati,



Rayakan Natal Dengan Kesederhanaan


MAMASA — (MAMASA CYBER NEWS) Seluruh umat Kristiani mempersiapkan diri menyambut Hari Raya Natal, 25 Desember 2011. Berbagai kegiatan dan perayaan Natal Bersama pun telah dilaksanakan, mulai lingkungan organisasi, sekolah, instansi, sampai lingkup keluarga.

Kelap-kelip cahaya lampu dari pohon terang, beberapa pekan ini, terlihat menghias rumah-rumah warga  Kristiani. Begitu pula di jalan-jalan, pertokoan, dan sejumlah perkantoran bahkan dijalan-jalan raya pohon-pohon Natal berbagai bentuk nan indah tampak semarak

Hari Natal pun kita selalu disajikan pemandangan kemewahan...
Tidak ada satu gereja pun yang tidak di hias dengan berbagai hiasan mewah (Kecuali gereja di pedalaman) bahkan hiasan kandang domba pun bukan lagi bisa disebut kandang domba tapi lebih tepat disebut Vila domba yang mewah.

Dan hampir semua gereja mengadakan PESTA MAKAN setelah kebaktian Natal, dengan berbagai makanan lezat....dan tong sampah penuh dengan sisa makanan yang terbuang sia-sia....
Apakah PESTA Discount, PESTA MAKANAN LEZAT dan Kemewahan Hiasan yang menjadi kontekstual peristiwa Natal....????


Bila kita kembali renungkan peristiwa Natal....

Mengapa YESUS lahir disebuah Kandang Domba yang bau dan hina, kenapa Allah tidak mengatur skenario kelahiran Yesus di sebuah hotel mewah dengan menyisahkan satu kamar untuk Yusuf & Maria, sehingga Yesus bisa lahir dengan segala fasilitas...

Tetapi Alkitab menulis bahwa DIA membuat semua hotel penuh...sehingga Yusuf & Maria harus bermalam di kandang domba... tidak bisakah kita memahami maksud dan makna kelahiran-Nya di sebuah Kandang yang bau dan hina....!!!!

Dengan YESUS lahir disebuah kandang maka sejak awal kelahiran-Nya DIA berkumpul dengan orang-orang miskin & marginal seperti para gembala Domba, dan itu terus Yesus lakukan dalam pelayanan-Nya dalam membela kaum marginal, terbuang, miskin, kelaparan dan orang pendosa dari pandang/penilaian orang-orang Farisi.

Jadi apakah kita berani menyatakan :

"Yesus...Jangan datang dalam pesta Natal gereja kami, tapi kami mohon sudilah ENGKAU datang keseluruh dunia, hapuslah air mata kami, kenyangkanlah setiap perut yang kelaparan, hiburlah kami yang miskin & yang disingkirkan dunia, berilah kami pengharapan baru & gemakanlah lonceng Natal dalam hati kami sekarang & sampai waktu kami mati."
Ada seorang Imam menyatakan :
"Selama ini Yesus dibiarkan di luar sedangkan kita merayakan pesta natal dengan kemewahan, Terus kalau pesta di gereja kita tidak ada Yesus? kita memestakan siapa?", pernahkah kita membayangkan Yesus menangisi anak-anaknya yang merayakan kelahiran-Nya dengan pesta mewah yang berlebihan sedangkan Yesus sendiri selalu mengajarkan anak-anakNya untuk hidup dalam kesederhaan. Pernahkan kita berpikir bahwa kita telah menyalibkan Yesus untuk kedua kalinya dengan menghambur-hamburkan uang dengan pesta natal yang begitu mempesona padahal masih banyak saudara-saudara kita yang hidup dalam kemiskinan bahkan hidup jauh dibawah kelayakan. Pernahkah kita berpikir untuk berbagi sukacita natal dengan saudara-saudara kita yang miskin dan papah dan menyaksikan senyum kebahagiaan mereka dibandingkan dana natal yang telah kita kumpulkan kita habiskan dengan pesta pora yang sia-sia. Janganlah kita menjadikan kelahiran-Nya dengan pesta TOPENG KEMUNAFIKAN. 

Natal bukanlah pesta, Natal bukanlah kemewahan, Natal bukanlah sekedar menyayikan Lagu Natal, namun Natal adalah sebuah Renungan tentang kesederhanaan, keterbatasan dan penderitaan.

Ditepi palungan-Mu ya Tuhan kami bertelut
Menyatu dengan Maria dan Yusuf
Kami mengaku tentang keluarga kami
yang tenggelam dalam polusi jaman ini
Kami kerap mampu cukupkan materi
Tapi Lupa memberi cinta kasih

Ditepi palungan-Mu ya Tuhan kami bertelut
Menyatu dengan para gembala
Kami sering menyerah pada roh ketakutan
kami takut suarakan Kebenaran
kami takut hadirkan Kasih-Mu didunia
kami takut kurus bila menempuh jalan lurus

Ditepi palungan-Mu ya Tuhan kami bertelut
menyatu dengan para Majus
Kami hanyut dalam mengejar pengetahuan
hingga kesampingkan moral dan etika Kristen
Kami mendewakan keinginan sesaat
hingga lupa minta petunjuk arah

Beri kami pengampunan ya Tuhan
Agar kami siap menyambut kedatangan
Sang Juru Slamat, Kristus Tuhan
didalam hati Kami

Semoga Terang Natal akan tinggal di Hati kita dan menjadi terang bagi anda dan keluarga, Selamat hari natal dan tahun baru, Gloria in exelsis Deo

Matius 25:40 "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraKu yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku." 


Kurs USD - IDR

Sumber: BI

Forex


The Forex Quotes are Powered by Forexpros - The Leading Financial Portal.

Berita Mamasa

Majene

Kebutuhan Mamasa

 

© Copyright Berita Mamasa 2011 | Design by Mamasa Cyber News | Published by Mamasa Cyber News 2012 | Powered by MCN 2012.