News update:

Suara Mamasa

mamasa, suara mamasa, berita mamasa, budaya mamasa, korupsi mamasa, pemerintahan mamasa, pilkada mamasa, pendidikan mamasa, mamasa cyber news, kabupaten mamasa, wisata mamasa, bupati mamasa, dprd mamasa, rumah mamasa, upacara mamasa, pasar mamasa

Popular Posts

Polewali Mandar

Nasional

Rumah Adat Tokayan

Rumah Adat Tokayan adalah Rumah Adat Mamuju

Tedong Bonga

Tana Toraja tak cuma terkenal dengan budaya nya, daya tarik lain yakni adanya rumah dari kerbau termahal di dunia.

Rumah Adat Mamuju

Rumah raja mamuju dibangun tanpa menggunakan paku, tetapi menggunakan pasak untuk menyatukan balok-balok kayu

Baju Adat Toraja

Pakaian adat Toraja yang telah dimodifikasi dan dikenakan oleh duta Indonesia dalam ajang Manhunt International 2011

Wisata Kali Mamuju

Kawasan objek wisata permandian alam Kali Mamuju, Sulawesi Barat mulau dipadati pengunjung saat libur panjang

Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

6000 Siswa di Sulbar Putus Sekolah

Rabu, 01 Februari 2012



Mamuju (MAMASA CYBER NEWS) - Sebanyak 6000 orang siswa di Provinsi Sulawesi Barat putus sekolah, sehingga butuh perhatian dari pemerintah untuk segera ditanggulangi.

"Sekitar 6000 orang siswa di Provinsi Sulbar mulai dari tingkat SD hingga SMP putus sekolah, sehingga perlu menjadi perhatian pemerintah provinsi maupun pusat untuk segera ditanggulangi," kata Kepala Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Sulbar Jamil Barambangi di Mamuju, Rabu.

Ia mengatakan, siswa putus sekolah itu tersebar merata pada lima Kabupaten di Sulbar, yakni Kabupaten Mamuju, Mejene, Polman, Mamasa, dan Mamuju Utara.

Menurut dia, siswa putus sekolah di Sulbar dipengaruh beberapa faktor diantaranya karena tidak memiliki biaya melanjutkan pendidikan maupun karena tingkat kesadaran orang tua untuk menyekolahkan anaknya juga kurang meski punya biaya.
Selain itu kata dia, juga karena akses pemukiman masyarakat yang jauh dari sekolah khususnya yang berada pada wilayah terpencil, sehingga menyulitkan siswa bersekolah.

"Kemudian karena faktor kultural yakni bagi siswa perempuan yang tidak dikehendaki orang tuanya bersekolah karena takut terjadi hal yang tidak diinginkan,"katanya.

Menurut dia, tingginya angka putus sekolah tersebut menjadi beban dan tantangan bagi pemerintah di Sulbar untuk menanggulanginya agar siswa putus sekolah dapat kembali melanjutkan pendidikan.

"Ini ancaman bagi kita semua karena jika dibiarkan akan menjadi beban negara dalam rangka meningkatkan pendidikan untuk memajukan pembangunan dibidang pendidikan bangsa ini,"katanya.

Oleh karena itu ia mengatakan, pada 2012 pemerintah Sulbar segera menjalin kerja sama dengan Unicef dan lembaga donor internasional The Asia Foundation untuk menekan angka siswa putus sekolah

"Akan dicanangkan sejumlah program pendidikan agar anak dapat kembali kesekolah dengan tema program "Ayo kembali sekolah" agar siswa dapat kembali sekolah tanpa beban lagi,"katanya.

Selain itu akan dicanangkan program wajib belajar 12 tahun bertepatan pada peringatan hari pendidikan nasional pada 2 Mei 2012.

"Wajib belajar sembilan tahun sudah tidak digunakan lagi tetapi akan ditingkatkan menjadi wajib belajar 12 tahun agar tidak ada lagi siswa yang putus sekolah mulai dari tingkat SD sampai SLTA,"katanya.


Sumber : Antaranews

Pemkab Mamasa Siapkan Anggaran 51 Miliar

Rabu, 04 Januari 2012


MAMASA —(MAMASA CYBER NEWS) Pemerintah Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat, menyiapkan alokasi anggaran untuk sektor pendidikan sebesar Rp51 miliar melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2012.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Mamasa Muhammadia Mansur di Mamuju, Jumat, mengatakan sektor pendidikan salah satu masalah pokok yang harus dituntaskan.

"Kami menyadari alokasi anggaran untuk pendidikan sebesar Rp51 miliar belum sesuai apa yang diharapkan. Namun demikian, dana sekecil itu bisa dilaksanakan secara efektif dan efisien untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah ini," kata dia.

Ia mengatakan, dana alokasi pendidikan sebesar Rp51 miliar ini diarahkan untuk pembangunan gedung sekitar 80 persen dan 20 persen untuk sarana dan prasarana jalan.

"Anggaran diarahkan untuk pembangunan gedung karena kondisi sarana dan prasarana sekolah masih memprihatinkan," ujarnya.

Oleh karena itu, kata dia, alokasi anggaran yang diberikan kepada Pemkab Mamasa yang saat ini anggarannya akan segera disahkan diharapkan bisa dimanfaatkan dengan baik.

"Kita targetkan APBD Pemkab Mamasa tidak 'menyeberang' hingga ke tahun 2012. Ini sangat penting agar kami tidak mendapat sanksi pengurangan anggaran dari pemerintah pusat," ujarnya.

Muhammadian yang juga Ketua DPD Partai Golkar Mamasa ini mengatakan, alokasi anggaran yang paling mendapat perhatian adalah pembangunan infrastruktur jalan.

"Kondisi infrastruktur jalan sangat memprihatinkan. Karena itu, kami mengharapkan Pemprov Sulbar maupun pemerintah pusat menyiapkan alokasi anggaran untuk percepatan pembangunan di wilayah ini," ujarnya.


Sumber : antara news

Kurs USD - IDR

Sumber: BI

Forex


The Forex Quotes are Powered by Forexpros - The Leading Financial Portal.

Berita Mamasa

Majene

Kebutuhan Mamasa

 

© Copyright Berita Mamasa 2011 | Design by Mamasa Cyber News | Published by Mamasa Cyber News 2012 | Powered by MCN 2012.